Integrasi Sains Lingkungan dan Isyarat Ilahi: Studi Hermeneutika Ayat-Ayat Ekologi dalam Mengatasi Krisis Perubahan Iklim Global
Kata Kunci:
Eko-Tauhid, Fasād, Mīzān, Perubahan Iklim, Hermeneutika Ekologi.Abstrak
Pendekatan teknokratis dan transaksional modern terbukti gagal mengatasi krisis perubahan iklim global karena mengabaikan dimensi moral-spiritual dan memisahkan sains dari teologi. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna hermeneutis ayat-ayat fasād ekologis untuk merumuskan kerangka aksi mitigasi iklim berbasis integrasi wahyu dan sains. Penelitian kepustakaan kualitatif ini menggunakan paradigma hermeneutika kontekstual. Terma fasād dalam Al-Qur'an didialogkan secara dialektis dengan tafsir otoritatif dan data ilmiah Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Ditemukan pergeseran makna frasa "bimā kasabat aydī al-nās" dari dosa teologis murni pada tafsir klasik menjadi kerusakan sistemik (ekosida) pada tafsir kontemporer. Terdapat konvergensi epistemologis kuat antara prinsip mīzān Al-Qur'an dengan konsep planetary boundaries sains modern, serta kausalitas antropogenik kedua ranah tersebut. Sintesis ini menghasilkan paradigma Eko-Tauhid (Tawhid, Khalifah, Akhirah) sebagai basis gaya hidup berkelanjutan. Al-Qur'an menyediakan instrumen etis-teologis yang adaptif untuk mitigasi krisis iklim melalui perumusan eko-fatwa, pendidikan ekologi integratif, dan taksonomi hijau syariah.
