DEKONSTRUKSI ETIKA DIGITAL: ANALISIS KONTEN KONSEP TABAYYUN DALAM AL-QUR'AN SEBAGAI SOLUSI FENOMENA POST-TRUTH DI MEDIA SOSIAL

Penulis

  • Achmad Miftakhul Naim Penulis
  • Ahmad Faiz Ubaidillah Ubaidillah Penulis
  • Ahmad Haidar Falih Penulis
  • Ahmad Jibryl Nourel Awfa Penulis

Kata Kunci:

Etika Digital, Tabayyun, Ayat Qaulan, Post-Truth, Media Sosial.

Abstrak

Fenomena post-truth di media sosial telah melahirkan budaya share first, think later dan polarisasi informasi. Pendekatan legal-formal dan literasi digital sekuler yang ada saat ini dinilai kurang efektif karena hanya bersifat teknis-prosedural tanpa menyentuh kesadaran moral-spiritual pengguna. Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka kerja etika digital Qurani (Quranic Cyber-Ethics Framework) yang aplikatif untuk memitigasi disinformasi digital.  Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik Analisis Isi Konseptual (Conceptual Content Analysis). Data primer bersumber dari teks tabayyun (QS. Al-Hujurat: 6; QS. An-Nur: 11-16) dan enam kategori ayat qaulan (sadīdan, balīghan, ma'rūfan, karīman, layyinan, maysūran) yang dianalisis melalui kitab tafsir otoritatif. Konsep tabayyun memuat tiga dimensi semantik: kejelasan, verifikasi, dan eksplanasi. Enam variasi qaulan teridentifikasi sebagai antitesis langsung terhadap berbagai patologi digital kontemporer (hoaks, clickbait, cyberbullying, provokasi, intimidasi, dan konten menyesatkan). Integrasi prinsip-prinsip ini menghasilkan Model Cyber-Tabayyun yang distrukturkan ke dalam tiga tahapan sirkulasi informasi: Etika Akses (Input), Etika Pemrosesan (Internal/Self-Tabayyun), dan Etika Produksi/Distribusi (Output). Al-Qur'an menyediakan instrumen etika komunikasi yang adaptif untuk meredam kekacauan informasi. Mitigasi disinformasi harus bertumpu pada transformasi kesadaran spiritual-moralitas pengguna, bukan sekadar literasi teknis semata.

 

Keywords: Etika Digital, Tabayyun, Ayat Qaulan, Post-Truth, Media Sosial.

Diterbitkan

2026-06-09

Cara Mengutip

DEKONSTRUKSI ETIKA DIGITAL: ANALISIS KONTEN KONSEP TABAYYUN DALAM AL-QUR’AN SEBAGAI SOLUSI FENOMENA POST-TRUTH DI MEDIA SOSIAL. (2026). MAMQ : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(01). https://mamqjournal.mqtebuireng.com/index.php/mamq/article/view/28